Home

Budidaya Timun Suri

Penasaran dengan demam timun suri di setiap bulan Ramadhan maka LembahPinus.Com ikut menanam timun suri di ladang yang terletak persis di samping kebun Lembah Pinus.

Tanaman timun suri sebenarnya bukan termasuk dalam keluarga ketimun yang sepintas perbedaanya dapat dilihat dari bentuk daun dan bentuk buah nya. 

Timun suri (Cucumis sativus) termasuk dalam keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) dengan ciri-ciri umum seperti yang dimiliki oleh tanaman anggota keluarga labu-labuan lainnya seperti melon (Cucumis melo). Batang tanaman timun suri adalah batang herbaceous (herba) yang penuh dengan klorofil berwarna hijau yang tumbuh merambat dengan sulur dan memiliki bunga berbentuk terompet.

Jumlah kromosom diploid (2n) timun suri yang berjumlah 24 ternyata berbeda dengan jumlah kromosom diploid timun dan melon yang 14. Hasil karyotype juga menunjukkan bahwa timun suri memiliki bentuk kromosom metasentris dan memiliki kesamaan dengan varietas melon lokal. Berdasarkan jumlah kromosom dan karyotype tersebut dapat disimpulkan bahwa timun suri bukan dan tidak termasuk anggota spesies timun, tetapi lebih dekat kekerabatanya dengan melon yang merupakan keluarga labu-labuan.

Manfaat Timun Suri

Buah timun suri adalah buah berserat dimana diketahui bahwa buah berserat bermanfaat dalam mencegah timbulnya kanker saluran pencernaan, seperti kanker usus dan kolon. Ini karena sifatnya serat mengikat zat-zat karsinogen penyebab kanker yang ada di saluran pencernaan.

Timun suri kaya akan provitamin A, berfungsi menjaga kesehatan mata dan sebagai antioksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh  penyebab penuaan dini. Vitamin C di dalam timun suri juga tinggi, vitamin ini  mampu mencegah timbulnya ganguan penyakit flu dan inveksi karena sifat vitamin C dapat berfungsi sebagai anti virus dan pencegah infeksi. Selain vitamin, mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi juga banyak terdapat di dalam timun suri

Cara menanam timun suri:

  1. Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan.
  2. Tanah diolah dengan bajak/cangkul sedalam 30-35 cm sambil membalikkan tanah. Buat lubang tanam dengan tugal dengan jarak tanam 100 cm antar barisan dan 50 dalam barisan.
  3. Tanam 2-3 benih mentimun dan tutup dengan tanah tipis, sirami permukaan bedengan. Benih akan tumbuh setelah 3-5 hari.
  4. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore
  5. Penyiangan dilakukan untuk membuang gulma yang ada di sekitar.
  6. Buah dapat dipanen setelah 2-3 bulan.
  7. Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.

Additional information