Home

Pengatura C/N Ratio 1

 Tanaman yang sudah saatnya berbuah tetapi belum juga masuk ke fase generatifnya dapat diusahakan dibuahkan dengan jalan melalui pengaturan keseimbangan C/N ratio dalam tanaman tersebut.

C/N ratio dalam tanaman berpengaruh besar pada  fase vegetatif dan fase generatifnya. C adalah jumlah karbohidrat, sedangkan N adalah jumlah nitrogennya yang terkandung di dalam tanaman. Perbandingan C/N ratio yang tinggi sangat diperlukan tanaman untuk pembentukan bunga dan buah. Dengan C/N ratio yang tinggi maka akan terjadilah penumpukan karbohidrat yang akhirnya akan memicu terbentuklah bunga dan buah.

C/N ratio pada tanaman dapat diatur dengan cara : pemangkasan, pelilitan/pencincinan/pengikatan, pelukaan batang- akar atau umbi, pemotesan ujung tunas cabang.

  • Pemangkasan

Pemangkasan bisa dibedakan menjadi tiga yaitu pemangkasan ringan, sedang dan berat. Pemangkasan ringan yaitu pemangkasan yang dilakukan dengan tujuan untuk membuang ranting-ranting yang tidak produktif. Biasanya dilakukan pada tanaman buah supaya tunas-tunas produktif lebih dapat menghasilkan buah. Pemangkasan sedang biasanya dilakukan pada tanaman anggur, apel, jeruk yaitu pemangkasan cabang-cabang yang rusak dan ujung-ujung cabang agar lebih cepat berbuah. Pemangkasan berat biasa dilakukan dengan tujuan untuk meremajakan tanaman yng sudah tua, hingga buahnya bisa menjadi lebat kembali. Selain itu pemangkasan berat bisa juga untuk memperpendek tanaman buah-buahan hingga memudahkan kita untuk memanen hasilnya.

Untuk melakukan pemangkasan, sahabat LembahPinus.Com perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan kondisi tanaman itu sendiri. Terutama untuk pemangkasan berat, pemangkasan berat sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau atau awal musim penghujan, sebab suhu udaranya waktu itu tidak terlalu tinggi, sehingga penguapan cairan dalam tanaman pun tidak terlalu tinggi, sehingga tunas-tunas baru akan lebih cepat tuimbuh. Untuk lebih amannya dari serangan hama dan penyebab penyakit pada bekas luka pemangkasan dipoles dengan cat, tir atau parafin.

  • Pelilitan / Pencincinan / Pengikatan

Melilit pohon merupakan suatu cara tradisionil, tujuannya untuk mempercepat proses pembuahan. Dahulu kita tidak mengerti mengapa dengan diikat demikian tak lama kemudian pohon berbunga dan berbuah. Memang dengan melilit batang tanaman, pengangkutan karbihidrat hasil fotosintesis ke bagian akar menjadi terhambat dan akhirnya terjadilah timbunan-timbunan zat makanan yang kemudian akan merangsang timbulnya pembungaan dan pembuahan.

Bagian tanaman yang dililit bisa pada batang primernya maupun pada batang sekundernya. Alat yang digunakan untuk melilit biasanya adalah kawat, Kawat ini dililitkan pada batang kencang sekali. Setelah tanaman buah-buahan tersebut berbunga atau setelah bakal-bakal buahnya bermunculan barulah lilitan dilepas.

  • Perlukaan Batang, Akar, Atau Umbi

Pelukaan merupakan cara yang sudah lama, namun bila tidak hati-hati melakukannya tanaman akan mati. Mengapa dengan cara dilukai tanaman malah menjadi cepat ber buah ?.

Dengan pelukaan, pengangkutan hasil fotosuntesis ke bagian akar menjadi terganggu. Sehingga terjadilah pemusatan zat-zat makanan ke cabang-cabang daun dedaunan. Pemusatan ini akan mendorong proses pembungaan untuk lebih cepat terjadi, yang kemudian diikuti dengan proses pembuahan.

Pelukaan ini bisa dilakukan pada pangkal batang yang disebut penyunatan, bisa pada batang yang disebut pencacahan. Untuk pelukaan pada akar/ umbi jarang dilakukan sebab terlalu riskan. Bila pelukaan pada akar/ umbi jangan lupa diolesi dengan parafin, cat tau tir untuk menghindari infeksi jamur dan sebagainya. Ada pula dengan cara pengerokan kulit batang pohon. Biasanya cara ini digunakan untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan pada tanaman lengkeng. Pengerokan ini dilakukan setelah pemangkasan.

  • Pinching / Pemangkasan Ujung Tunas Cabang

Dengan cara memangkas ujung-ujung tunas, pertumbuhan memanjang dari cabang-cabang akan dihambat. Dengan demikian zat-zat hara yang digunakan untuk membentuk tunas-tunas cabang bisa ditimbun untuk pembentukan buah. Pemangkasan bisa menggunakan gunting pangkas.

  • Pemupukan

Pemupukan untuk merangsang tanaman agar cepat berbuah, akhir-akhir ini banyak menggunakan pupuk daun. Pupuk daun adalah pupuk yang diberikan kepada tanaman melalui penyemprotan pada daun. Pemberian pupuk lewat daun ini mempunyai kelebihan yaitu unsur hara lebih cepat terserap sehingga tidak mengalami fiksasi (khususnya pupuk N yang mudah terfiksasi) hasilnya lebih bisa cepat dilihat dengan munculnya tunas-tunas baru ataupun kuncup bunga.

Pupuk daun yang cocok untuk merangsang tanaman agar cepat berbuah adalah pupuk daun yang kandungan unsur P nya tinggi. Seperti kita ketahui pupuk P bermanfaat untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan. Menyemprotnya memerlukan teknik khusus. Untuk itulah kita harus tahu cara-cara penyemprotannya serta alat yang cocok digunakannya. Pemberian pupuk daun harus sesuai benar dengan anjuran, dilihat benar-benar aturan penggunaanya seperti dalam label anjuran. Bila tidak ada aturannya, cukup disemprot sampai semua daunnya basah saja. Interfal pemakaian biasanya dilakukan 7 – 10 hari sekali.

Yang penting, penyemprotan dilakukan terhadap sisi permukaan bawah daun, sebab ditempat inilah penyerapan yang paling efektif pada daun, karena tempat stomata-stomata yang berp-eranan dalam penyerapan zat hara.
Ada satu hal yang perlu diingat dalam penyemprotan pupuk daun ini yaitu jangan sampai bersamaan dengan penyemprotan insektisida berperekat. Sebab akan mengganggu proses penyerapan oleh daun. Pupuk daun akan menjadi lengket dengan daun dan karena sifatnya yang higroskopis, air dalam daun bisa terserap keluar dan akhirnya daun menjadi hangus karenanya.

Ada beberapa macam pupuk daun yang digunakan untuk pembungaaan dan pembuahan yaitu BASF Foliar B, Gandasil A, Hyponex Biru, Molyfert, Shell Foliar B, Spacial B, Top Foliar A, Fitabloom Special Biru, Vitalik P, dan lain-lain.

  • Pengairan

Air mempunyai manfaat yang sangat besar terhadap tanaman. Manfaat air antara lain sebagai pelarut untuk memudahkan zat hara dalam tanah diangkut, mempertahankan tekanan turgor dalam transpirasi dam pertumbuhan tanaman, sebagai zat hara untuk pertumbuhan tanaman.

Kekurangan air pada tanaman bisa menimbulkan hal yang fatal. Tanaman menjadi layu dan lama kelamaan akan mati. Bisa pula menimbulkan gugurnya bunga dan gagalnya perkembangan bakal buah menjadi buah. Kelebihan air pun bisa fatal, akar menjadi busuk dan tanaman bisa mati karenanya. Untuk itu dalam pengairan harus hati-hati, jangan sampai terlalu banyak dan jangan sampai kurang.
Pengairan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitasnya, pengairan bisa merangsang pertumbuhan dan perkembangan bunga serta buah. Pada tanaman buah-buahan tertentu bahkan perlu penggenangan pada saat kemarau untuk merangsang timbulnya bunga.

  • Pemberian Hormon

Hormon adalah zat yang berfungsi sebagai pengatur yangdapat mempengaruhi jaringan-jaringan berbagai organ maupun sistim organ tanaman. Untuk memperoleh tanaman agar cepat berbuah, dapat diberikan hormon yang dapat merangsang pertumbuhan dan pembentukan bunga dan buah, sehinghga selain pertumbuhan bunga dan buah lebih cepat, akan diperoleh hasil yang banyak. Ada pula hormon yang bisa menyebabkan buah lebih serempak dan menjaga buah agar lebih bagus.

Secara umum penggunaan hormon dengan cara menyemprotkannya pada tanaman, ada pula yang dibasahkan pada akar tanaman, dengan penyuntikan (penginfusan) pada batang tanaman. Disamping mempercepat tanaman berbuah, juga bisa untuk meningkatkan kualitas buah dalam ukuran buah. Cara penggunaan hormon harus tepat yaitu digunakan pada saat pertumbuhan vegetatifnya sudah maksimum. Dosis yang digunakan harus sesuai anjuran yang terdapat pada labelnya.
Beberapa zat pengatur tumbuh yang banyak dipakai untuk keperluan tanaman cepat berbuah anta lain Atonik, Darmasri 5 EC, Ethrel 40 PGR, Florita, Gibberelin, Hidrasil, Kalsium Karbit, Mixtalol, Sitosim dan lain sebagainya.

 

Sumber:

  • http://sartonojokosantosa.wordpress.com/pengabdian/2010-2/

Additional information