Home

Cincau Hitam

Under Construction

 Mesona palustris BL adalah bahasa latin untuk cincau hitam. Termasuk dalam famili Labiate. Ciri-cirinya, berbatang kecil dan ramping, pada ujung batang tumbuh batang-batang pohon, ada yang tumbuh menjalar ke tanah, ada yang tegak. Memiliki bentuk daun yang lonjong, berujung lancip atau tumpul. Bentuk bunga mirip dengan kembang kemangi berwarna merah muda atau putih keunguan. Daun dan batang menghasilkan gelatin hijau kehitaman. Oleh karena itu dikenal dengan nama cincau hitam.

Bahan baku utama cincau hitam adalah tanaman janggelan (Mesona palustris BL). Tanaman janggelan merupakan tanaman perdu. Tingginya antara 30-60 cm. Tanaman janggelan tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 150-1.800 meter dari permukaan laut. Tumbuh menyebar di Jawa Barat (sekitar Gunung Salak, Batujajar, Ciampea, dan Ciomas), Jawa Tengah (Gunung Ungaran, Gunung Ijen), Sulawesi, Bali, Lombok, dan Sumbawa

Dengan semakin digemarinya cincau hitam oleh seluruh lapisan masyarakat, maka tanaman janggelan mempunyai nilai ekonomis yang semakin penting. Pembudidayaannya sangat mudah karena tidak memerlukan pemeliharaan yang khusus. Penanaman dilakukan dengan pola tanam tumpang sari, bersama-sama dengan tanaman lain, seperti kacang panjang, cabe, kedelai, jagung, dan mentimun.

Setelah berumur 3-4 bulan dari saat tanam, dilakukan pemanenan pertama dengan cara memotong sebagian tanaman menggunakan sabit sehingga bagian yang tertinggal dapat tumbuh kembali. Pada pemanenan yang kedua, semua tanaman dicabut sampai ke akar-akarnya. Panen terbaik dapat dilakukan pada bulan ketujuh setelah ditanam. Pohon janggelan yang telah dipanen selanjutnya dikeringkan dengan cara menghamparkannya di atas permukaan tanah, hingga warnanya berubah dari hijau menjadi coklat tua. Tanaman
cincau yang telah kering inilah yang merupakan bahan baku utama pembuatan cincau hitam.

Tanaman ini berasal dari Asia, dan menyebar ke India, Birma, Indocina, Philipina, sampai Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki ketinggian 75 – 2300 m di atas permukaan laut.

Cincau hitam memiliki khasiat dapat menurunkan panas badan, panas dalam, mencegah gangguan pencernaan, dan menurunkan tekanan tinggi. Cocok juga untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan. Hal ini terjadi karena cincau hitam memiliki kandungan karbohidrat, mineral (kalsium dan folsfor), vitamin A, B1, C, kandungan kalori yang rendah, dan kandungan air yang banyak

 

Kita mengenal dua jenis cincau, yaitu cincau hijau yang terbuat dari tanaman Cyclea barbata dan cincau hitam dari tanaman Mesona palustris atau cincau perdu Premna serratifolia. Cincau hijau adalah tanaman perdu yang tumbu merambat (lihat foto di bawah ini). Sedangkan cincau hitam biasanya berupa tanaman perdu.

Manfaat Terkandung

ekstrak cincau hitam memiliki aktivitas antioksidan yang jauh lebih kuat dari vitamin E.

Cincau sangat baik dikonsumsi oleh semua kalangan. Bahan ini sangat kaya mineral terutama kalsium dan fosfor. Cincau juga baik dikonsumsi bagi orang yang sedang menjalani diet karena rendah kalori namun tinggi serat. Cincau dipercaya mampu meredakan panas dalam, sembelit, perut kembung, demam dan diare. Sedangkan serat bermanfat untuk membersihkan organ pencernaan dari zat karsinogen penyebab kanker.
Daun cincau hijau mengandung senyawa dimetil kurin-1 dimetoidida. Zat ini bermanfaat untuk mengendurkan otot. Senyawa lain seperti isokandrodendrin dipercaya mampu mencegah sel tumor ganas. Cincau juga mengandung alkaloid bisbenzilsokuinolin dan S,S-tetandrin yang berkhasiat mencegah kanker pada ginjal, antiradang dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Bahan :
- 1 gemgam daun cincau, cuci dengan air matang sampai bersih
- 2 gelas air matang
- 500 ml santan
- Gula 100 gr
- daun pandan
- garam secukupnya

Cara membuat :

- Blender daun cincau setelah dicampur dengan air matang, saring diamkan.
- Rebus santan, gula, daun pandan sampai mendidih beri garam secukupnya. Boleh tambahkan gula jika menghendaki rasa yang lebih manis.

Cara penyajian :
- Ambil gel cincau dengan sendok, tuang kedalam gelas atau mangkuk, beri potongan es batu (kalau suka loh..), siram dengan santan manis.

CARA MEMBUAT

Sampai saat ini cara pembuatan cincau hitam masih dilakukan dalam skala kecil sebagai industri rumah tangga dengan teknologi yang sangat sederhana, tradisional, dan tetap turun-temurun. Hal ini menyebabkan mutu gel cincau hitam yang dihasilkan sangat bervariasi.

Seperti telah disebutkan di atas bahan baku utama pembuatan cincau hitam adalah tanaman janggelan (termasuk daun, batang, dan akarnya). Selain itu diperlukan abu "Qi", air, dan pati tapioka. Kekuatan dan sifat gel cincau sangat ditentukan oleh tiga serangkai tdã"ebut, yaitu: tanaman janggelan kering, pati tapioka, dan jumlah air yang ditambahkan.

Alat+î,at yang dibutuhkan dalam pembuatan cincau hitam adalah sangat sederhana, yaitu berupa: drum besar, kaleng bekas minyak yang telah dibersihkan, pengaduk kayu, kain saring, dan tungku.

ABU QI

Abu "Qi" adalah istilah dalam perdagangan yang telah dikenal luas oleh perusahaan rakyat pembuat cincau hitam. Zat tersebut berupa kristal berwarna cokelat muda sampai cokelat tua. Abu "Qi" dapat dibeli di toko-toko kimia atau kelontong. Sifat khasnya adalah mudah larut dalam air. Pada keadaan terbuka di suhu ruang, partikel ini cepat sekali menyerap air. Oleh karena itu harus disimpan di tempat yang tertutup rapat.

Abu "Qi" merupakan komponen yang sarat akan mineral, seperti: natrium, fosfor, kalium, magnesium, besi, mangan, tembaga, seng dan sebagainya. Tujuan penambahan komponen ini adalah untuk memperkeras tekstur gel yang dihasilkan. Cincau hitam dengan tekstur yang lebih keras umumnya lebih disukai daripada yang teksturnya lunak. Semakin keras tekstur gel cincau, maka semakin awet cincau tersebut.

Bila abu "Qi" susah didapat, maka sebagai gantinya dapat digunakan air "Qi" yang dapat dibuat sendiri dengan cara merendam abu merang padi di dalam air selama semalam. Air rendaman tersebut kemudian dibersihkan dan disaring. Hasil saringan yang jernih, tidak berwarna dan terasa licin ini dikenal dengan istilah air "Qi". Air "Qi" ini bersifat basa dengan pH (tingkat keasaman) sekitar 8-9.

PATI TAPIOKA

Dalam pembuatan cincau hitam, pati tapioka merupakan komponen penting. Tanpa penambahan pati, maka gel yang diharapkan tidak akan terbentuk. Selain itu, tapioka juga berguna untuk meningkatkan rendemen (hasil akhir cincau) dan meningkatkan nilai energinya.

Perbandingan antara jumlah tanaman janggelan kering, abu "Qi", air, dan tapioka yang digunakan sangat bervariasi, dan pada akhirnya akan sangat menentukan mutu cincau yang dihasilkan. Penentuan ini hanya berdasarkan pengalaman, yaitu bila digunakan 1 kg tanaman janggelan kering, maka dibutuhkan sekitar 0,1-0,3 kg abu "Qi", 0,2-0,4 kg tapioka, serta 20-50 liter air.

Berdasarkan pengalaman, diketahui bahwa tanaman janggelan yang mempunyai batang dan daun yang lebih kecil tetapi relatif lebih berat dapat menghasilkan gel cincau yang lebih banyak dibandingkan dengan tanaman janggelan yang batang dan daunnya lebih besar tetapi beratnya relatif lebih ringan. Mutu tapioka dan air yang digunakan sangat menentukan daya tahan atau keawetan cincau yang dihasilkan.

Lantas bagimana tiga serangkai tadi diolah hingga tercipta cincau? Pembuatannya termasuk sangat mudah, tanaman janggelan kering yang sudah bersih dididihkan dalam campuran air abu dan abu "Qi", serta air. Setelah dingin, larutan disaring. Ekstrak yang diperoleh dimasak kembali setelah ditambahkan air dan tepung tapioka. Selama dimasak, adonan harus terus diaduk hingga gel yang telah terbentuk selama gelatinisasi akan pecah kembali.

Setelah itu adonan cincau dapat dituang dalam kaleng-kelaeng yang berfungsi sekaligus sebagai pencetak. Kalau Anda membuatnya malam hari, pagi hari, cincau sudah bisa dijual

 Pembuatan Cincau Bubuk

 

 

 

 

 

 

Sumber:

 

Additional information