Home

Pemangkasan Pucuk Durian

 Beberapa kali LembahPinus.Com mendapat pertanyaan dari sahabat tentang pemangkasan pohon durian, umumnya pertanyaan berkisar pada pemangkasan pada pohon durian yang ditanam di pekarangan rumah dengan lluas lahan yang relatif kecil agar didapatkan pohon durian yang tumbuh rendah.

Pemangkasan pohon durian dapat dilakukan pada cabang dan tunas / ranting. Pemangkasan cabang dilakukan pada cabang yang kurang produktif, seperti cabang yang rusak, tua, tumbuh ke arah dalam tajuk, dan melintang sedangkan pemangkasan tunas / ranting, dimaksudkan untuk penjarangan agar pohon tidak terlalu rimbun yang dapat menyebabkan pertumbuhan tunas kurus dan kurang sehat karena kurangnya sinar matahari akibat rimbunnya daun. Pohon yang terlalu rimbun juga rawan akan kelembaban yang dapat mengundang tumbuhnya jamur yang merugikan.

 

Pemangkasan utama yang dapat dilakukan pada pohon durian adalah untuk penjarangan tunas yang bertujuan agar cabang pohon nantinya dapat tumbuh dengan besar dan sehat.

Pemangkasan penjarangan dapat dilakukan baik dengan pola 1-0-1-0-1 maupun pola 1-0-0-1-0-0-1 (lihat gambar) melihat kondisi tanaman. Jika dengan pola pemangkasan 1-0-1-0-1 nantinya jarak tunas masih terlihat rapat, maka pemangkasan pola  1-0-0-1-0-0-1 dapat dilakukan.

Penggunaan pemberat seperti batu atau pemancangan ke tanah dapat digunakan untuk mendapatkan batang lateral yang tumbuh landai mendatar.

Pemangkasan berikutnya adalah pemangkasan ketinggian atau pemangkasan pucuk. Pemangkasan pucuk dilakukan jika pohon durian nantinya dikehendaki tidak terlalu tinggi untuk alasan kemudahan perawatan maupun untuk alasan keindahan jika ditanam di pekarangan rumah.

Pemangkasan pucuk sebaiknya dilakukan pada bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif seperti bibit asal sambung susu, sambung pucuk, dan okulasi. Bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif ini tidak akan bermasalah jika pucuknya dipangkas pada ketinggian misal 4 - 5 meter. Pemangkasan pada pucuk batang dilakukan 1 cm diatas tunas pada ketinggian yang dikehendaki. Bagian yang dipangkas haruslah sudah cukup keras yang ditandai dengan warna kulit yang agak kecoklatan, segera setelah pemangkasan, bidang pemangkasan perlu ditutup dengan plastik dan setelah luka tampak kering, bidang pemangkasan dapat ditutup dengan lapisan cat, aspal, atau waterproofing.  

Pemangkasan pucuk akan menyebabkan tumbuhnya tunas-tunas baru berupa tunas air akibat terjadinya konsentrasi hormon auksin yang tidak tersalurkan ke pucuk tanaman yang sudah dipotong. Untuk ini pemangkasan tunas air perlu dilakukan setelahnya. Batang lateral juga dapat tumbuh sampai belasan meter ke samping, jika dikehendaki batang lateral dapat juga di potong setelah mencapai panjang sekitar 5 meter. Dengan pemangkasan ini akan didapat pohon durian dengan ketinggian dan bentuk tajuk yang pendek dan kompak.

  

 

Pustaka:

  • Setiadi, Bertanam Durian, Cetakan XXV, Penebar Swadaya, Jakarta, 2008


http://lembahpinus.com/images/stories/LP.mp3

 

Additional information