Home

Membuahkan Mangga Dalam Pot

 Persyaratan

Mangga IrwinAgar tanaman dalam pot rajin berbuah, ada paling tidak ada lima syarat tumbuh atau faktor yang jadi pertimbangan, yaitu:

  • Pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan lokasi penanaman.
  • Kedua, pemilihan bibit tanaman.
  • Diikuti pemilihan media tanam dan pot.
  • Lalu pemupukan yang efektif dan terakhir,
  • pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Pengetahuan asal-usul tanaman harus dipahami sebelum memutuskan menanam suatu bibit tanaman buah dengan teknik pot. Berdasarkan pengalaman LembahPinus.Com beberapa jenis tanaman mangga yang dapat berbuah dengan baik di dalam pot adalah:

  • Mangga Chokanan
  • Mangga Namdokmai
  • Mangga Kelapa
  • Mangga Budi Raja
  • Mangga Apel

    Mangga Chokanan dan mangga Namdokmai adalah tanaman mangga yang paling di rekomendasikan untuk ditanam didalam pot. Rekomendasi ini di dasarkan pada fakta bahwa selain memiliki rasa yang sangat manis dan segar,  mangga chokanan dan Namdokmai dikenal dapat berbuah lebat tanpa mengenal musim dan tidak memerlukan hormon perangsang buah untuk dapat menghasilkan buah.

    Pemilihan bibit yang baik  akan menghasilkan – secara kualitas dan kuantitas – pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang baik. Bibit yang berasal dari cangkokan adalah bibit terbaik yang cocok untuk di tanam di dalam pot, mangga chokanan misalnya, dalam waktu 3 bulan setelah penanaman, mangga chokanan dapat langsung berbunga dan berbuah. Bibit mangga yang berasal dari okulasi dan grafting/sambung pucuk juga dapat di tanam di dalam pot, hanya saja bibit yang berasal dari hasil okulasi dan sambaung pucuk memerlukan waktu lebih lama untuk berbuah jika dibandingkan dengan bibit yang berasal dari hasil cangkokkan. Belilah biibit dari penangkar tanaman yang baik dan terpercaya. Sedapat mungkin hindarilah pembelian mangga dalam pot dengan tampilan buah yang lebat yang merupakan hasil dari pemberian hormon perangsang buah, penggunaan hormon perangsang buah sering menimbulkan masalah dan kekecewaan di kemudian hari.

    Media tanam yang digunakan untuk menanam mangga di dalam pot sebaiknya memenuhi syarat minimal, yaitu mengandung tanah sebesar 50 %, pasir 20 % dan bahan organik 30 %. Dari syarat minimal tadi, bisa diterjermahkan menjadi berbagai macam komposisi bahan dasar sebagai media tanaman buah dalam pot. Bahan dasar untuk media tanam terdiri atas tanah, pupuk kandang, kompos, pupuk kimiawi dan bahan lain sebagai tambahan.

    Pemilihan pot yang tepat akan menentukan pertumbuhan tanaman. Pot yang digunakan bisa dipilih dengan memanfaatkan kaleng biskuit bekas, sisa galon air mineral, ember tak terpakai, drum bekas dan lainnya.  Wadah favorit tetap dipegang belahan drum bekas. Wadah ini mampu menampung seluruh sistem pengakaran.

    Pemupukan perlu dilakukan dengan dosis berimbang. Kelebihan dan kekurangan dosis tentu berdampak buruk bagi tanaman mangga. Tanaman mangga memerlukan unsur hara makro, seperti N, P, K dan unsur hara mikro macam Ca, Mg dan S untuk pertumbuahan dan pembuahan. Unsur hara mineral itu merupakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

    Pengawasan terhadap hama dan penyakit tanaman perlu diperhatikan pada tanaman mangga di dalam pot, walaupun tanaman mangga adalah tanaman yang realtif tahan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman.

    Pada tanaman mangga juga dikenal teknik pemangkasan. Tujuannya untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produksi. Pemangkasan juga mampu menjaga kelembaban tanaman sehingga tak mudah terserang hama dan penyakit. Berdasar umur tanaman, pemangkasan terbagi menjadi tiga, yaitu pemangkasan pada pembibitan, pemangkasan tanaman yang belum menghasilkan dan pemangkasan tanaman yang sudah menghasilkan. Sedang dilihat dari tujuannya, pemangkasan dibedakan menjadi empat, yaitu pemangkasan bentuk, pemeliharaan, produksi dan peremajaan.

    Rumusan "139"

    Artinya, pelihara hanya 1 batang utama (pokok) pada ketinggian 60 – 100 cm, 3 cabang primer terpilih sepanjang 30 – 50 cm, dan 9 cabang sekunder terpilih sepanjang 30 – 50 cm. Lakukan pemangkasan pada musim penghujan. Setelah dipangkas, jangan lupa untuk menyelubungi bekas pangkasan dengan plastik sehingga akan segera muncul tunas baru.

    Stress Air / Pengeringan Sementara

    Untuk merangsang pembungaan tabulampot, lakukan dengan teknik pengeringan media tanam. Caranya, biarkan media tanam dalam pot tidak disiram selama beberapa hari (tapi jangan sampai layu permanen). Setelah itu, siram sedikit demi sedikit, lalu keringkan lagi hingga tanaman tampak layu. Setelah itu, siram perlahan-lahan sampai cukup basah. Lakukan ini selama 4 – 6 minggu.

    Pemupukkan Kembali

    Pupuk lagi Jika tetap tidak berbunga, tambahkan pupuk TSP dan juga pupuk KCl dengan dosis disesuaikan dengan besarnya tanaman (biasanya disetiap label kemasan tertera dosis yang dianjurkan)

     

    http://putrakencanaarta.wordpress.com/2008/07/01/menjaga-penampilan-tabulampot/

     

Additional information