Home

EM4 Ternak

Mencoba makin lebih bersahabat dengan bumi, LembahPinus.Com (LPC) mempraktekan pembuatan kolam penampung air limbah di Kebun@Bintaro. Kolam dengan ukuran 1x2x1 meter ini dibuat untuk menampung air limbah dari dapur dan kamar mandi.

Melihat bahwa tidak sepatutnya LPC mencemari tanah dengan residu deterjen dan lemak dari sisa makanan, maka LPC memutuskan untuk melakukan treatment limbah dengan menggunakan mikroorganisme pengurai limbah yang terkandung pada produk EM4 LIMBAH.

pakan yang sudah di fermentasi itu semakin lama semakin harum sehingga ternakpun akan semakin suka memakannya.” Katanya.

Sedang caranya, intik pembuatan 1000 kg persiapkan persiapkan dulu alat-alat untuk fermentasi seperti tong plastik, bak semen, kantong plastik, ember, alat cingcang (golok) dan hand spayer. Sedang bahan-bahan yang dibutuhkan EM4 sebanyak 1 liter, molase atau gula merah : 0.5 Kg, air : 100 lt, dedak halus : 10% dari bahan dan rumput atau jerami 1000 kg.

Cara membuatnya, larutkan cairan EM4 sebanyak 1 liter dan larutkan gula merah yang telah diencerkan ke dalam tong plastik yang berisi air 100 liter. Lalu aduk kemudian diamkan selama dua hari sampai mengeluarkan aroma nira atau wedang. Ambilah campuran bahan baku pakan (jerami, rumput) sebanyak 1000 kg yang telah dicincang (5-10 cm) dan turunkan kadar airnya atau layukan.

Taburkan dedak lalu semprotkan larutan EM4 dengan hand spayer sambil aduk-aduk sampai rata dengan kadar air 30%. Jika sudah rata masukkan bahan dalam wadah atau tempat fermentasi padatkan dengan gacok sampai betul-betul padat lalu tutup rapat jangan sampai ada udara masuk atau hampa udara selama 5 hari. Maka itu pakan bisa digunakan

 Produk EM4 LIMBAH merupakan kultur EM dalam medium cair berwarna coklat kekuning-kuningan yang mengandung Bakteri fotosintetik, Bakteri asam laktat  (Lactobacillus sp.), Actinomycetes sp., Streptomyces sp., Jamur fermentasi, dan Ragi yang akan memfermentasi limbah organic cair dan padat secara efektif.

Manfaat langsung yang LPC dapatkan dari dari pengaplikasia EM4 adalah hilangnya "bau comberan" dari kolam limbah yang disebabkan oleh  proses pembusukan anaerob. Sedangkan manffat yidak langsung yang didapat adalah suburnya tanaman pisang dan melinjo disekitar kolam karena  mendapat cukup air dan suplai nutrisi dari kompos cair hasil dekomposisi limbah padat asal dapur.

EM4 LIMBAH Untuk Pengolahan Limbah Pabrik Tahu

Contoh industri yang turut memberi kontribusi dalam pencemaran perairan adalah industri tahu. Jumlah limbah cair yang dihasilkan dari industri tahu dapat mencapai lebih kurang 2 m3 untuk setiap pengolahan 1 kuintal kedelai. Dengan demikian besarnya tingkat pencemaran dari industri tahu maka adanya unit instalasi pengolahan limbah cair pada industri ini sangatlah diperlukan.

Fermentasi anaerob melalui pemberian EM4 LIMBAH akan mempercepat proses penguraian limbah organic cair maupun padat, menekan bau  tidak sedap yang terjadi karena timbulnya gas H2S dan NH3, menurunkan kadar BOD dan COD.

BOD adalah kependekan dari Biological (biochemical) Oxygen Demand yang merujuk pada jumlah oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme aerob dalam menguraikan senyawa organik terlarut. Angka BOD tinggi akan menyebabkan angka dissolved oxygen (DO) atau oksigen yang terlarut berkurang karena 'dikonsumsi' oleh bakteri pengurai.

COD atau Chemical Oxygen Demand adalah kapasitas air dalam menggunakan oksigen selama peruraian senyawa organik terlarut dan mengoksidasi senyawa anorganik seperti amonia dan nitrit.

EM4 LIMBAH Untuk Pengolahan Limbah Batik

EM4 LIMBAH juga dilaporkan dapat diaplikasikan pada instalasi pengolahan Limbah Batik. Dari penelitian yang dilakukan oleh Dwi Sianita dan Ika Setya Nurchayati di daerah Laweyan kota Solo, dilaporkan bahwa penggunaan  EM4 sebanyak 7 ml/l dapat menurunkan kadar BOD sebesar 95.99% dan COD sebesar 93.28% dalam waktu 9 hari.

Pemberian EM4 LIMBAH pada limbah cair industri batik juga dapat menurunkan kadar Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS). Dari penelitian yang dilakukan oleh Wiwin Puji Lestari di desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen menunjukkan bahwa perlakuan pemberian EM4 dapat menurunkan kadar TSS sebesar 57,58% dan menurunkan kadar TDS sebesar 19,46%.

EM4 LIMBAH Untuk Pengolahan Cair Kelapa Sawit

Limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) yang langsung dibuang ke air dapat mengakibatkan pencemaran. LCPKS berasal dari air sisa yang digunakan untuk merebus tandan-tandan kelapa sawit dan juga lumpur aktif dari perasan tandan-tandan kelapa sawit. LCPKS memiliki kandungan lemak yang tinggi.

Untuk inilah beberapa industri kelapa sawit terutama PTPN di kabupaten Asahan Sumatera Utara sudah menggunakan EM4 sebagai penurun kadar BOD dan COD selain mempercepat proses penguraian lemak. Hasil dari perlakuan EM4 ini adalah air limbah yang telah diolah dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk dan tidak membahayakan kesehatan jika dibuang ke pembuangan dan sungai.

Pembelian EM4 LIMBAH

EM4 LIMBAH dalam kemasan 1 liter seharga Rp. 22.000,- per liter dapat dipesan melalui SMS ke no 0818 0637 0391 atau melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

Additional information