Home

Bibit Cabe

 

 Apa yang bisa menghangatkan tubuh di musim penghujan di bulan Januari 2012 ini? Ya ... salah satunya adalah mengkonsumsi makanan yang pedas yang bisa menghangatkan tubuh sampai berkeringat.

Tapi tunggu dulu ... tahukah sahabat LembahPinus.Com jika harga cabe merah yang bisa membuat makanan menjadi pedas di musim hujan awal tahun ini telah melambung mencapai harga Rp. 25.000,- per kilogramnya?

Ya ..  hujan lah yang menjadi penyebabnya. Menanam cabe di musim hujan memerlukan teknik khusus yang memerlukan biaya ekstra  jika menginginkan tanaman tetap menghasilkan buah berkualitas baik. Lapisan mulsa plastik hitam perak perlu diberikan diatas permukaan tanah untuk menghindarkan tanaman cabe dari penyakit antraknosa maupun  layu fusarium yang disebabkan oleh jamur yang hidup dalam lingkungan lembab. Insektisida dengan tambahan perekat pun juga perlu diberikan untuk mencegah buah cabe terhindar dari serangan hama lalat buah. Sahabat LembahPinus.Com dapat melihat link berikut untuk mendapat update berita terakhir tentang ganasnya serangan jamur dan lalat buah yang menyerang tanaman cabe. 

Read more: Bibit Cabe

Yuwen .. Akhirnya Tersedia Kembali

Fuhhh ... setelah lebih 3 bulan menunggu, akhirnya bibit mangga Yuwen kembali tersedia di daftar persediaan bibit kebun LembahPinus.Com. Tidak banyak memang, hanya sekitar 50 bibit yang sukses diturunkan dari pohon induknya.

Bukanlah suatu kebetulan jika bibit mangga Yuwen yang tersedia kali ini adalah bibit yang berasal dari hasil perbanyakan  sambung susu (approach grafting). LembahPinus.Com sengaja menyediakan bibit asal perbanyakan vegetatif ini karena terbukti bibit ini akan lebih cepat memasuki fase generatifnya jika dibandingkan dengan bibit asal okulasi maupun sambung pucuk (top grafting). Pemilihan jenis bibit ini mengakibatkan tidak banyak jumlah bibit yang dapat disediakan, karena berbeda dengan metode perbanyakan vegetatif okulasi yang menggunakan hanya satu mata tunas untuk perbanyakan setiap bibitnya, setiap bibit mangga Yuwen asal approach grafting akan berasal dari 1 ranting tanaman dari pohon indukan yang dipotong. Semakin banyak bibit sambung pucuk dibuat, maka akan semakin 'gundul' lah pohon indukannya. 

Pada saat tulisan ini dibuat, proses penyegaran sedang dilakukan pada bibit mangga Yuwen yang ada. Proses penyegaran sebenarnya adalah beberapa hari proses adaptasi yang diperlukan oleh bibit untuk menyesuaikan dengan lingkungan barunya. Selama setidaknya 1 minggu, bibit perlu diletakkan ditempat teduh yang terhindar dari sinar matahari langsung untuk memperkecil tingkat stress yang terjadi.

Kondisi cuaca kota Jakarta yang mendung dan didominasi curah hujan tinggi pada bulan Januari 2012 ini tampaknya akan membuat kondisi bibit kian membaik dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini tentu sangat diharapkan oleh sahabat LembahPinus.Com yang sudah antri memesan bibit ini jauh-jauh hari untuk segera mendapatkan bibit mangga asal Taiwan ini.

Jadi ... segeralah menghubungi LembahPinus.Com melalui SMS ke 0818 0637 0391 untuk pemesanan bibit setinggi 30 - 40 Cm yang jumlahnya sangat terbatas ini. Keterlambatan melakukan pemesanan dapat membuat sahabat LembahPinus.Com kembali menuggu 4 bulan ke depan.

Generator Pupuk Organik RT

Tahukah sahabat LembahPinus.Com kalau septic tank yang ada di rumah kita itu sebenarnya dapat diubah menjadi generator pupuk organik yang akan menyuburkan tanaman di atasnya dengan pasokan nutrisi setiap hari? Tulisan berikut akan membahas bagaimana trik merubah septic tank menjadi penghasil pupuk organik cair yang kaya akan kandungan nitrogen dan phospat. 

Pada dasarnya kotoran manusia dan kotoran hewan ternak pada dasarnya adalah sama saja, sisa dari metabolisme. 

Struktur septic tank standar perumahan di Indonesia biasanya terdiri dari dua bilik seperti gambar di atas. Limbah cair pertama-taman akan masuk kedalam bilik pengendapan dimana seiring berjalannya waktu, kotoran yang mengapung (scum) akan turun ke dasar septic tank menjadi sludge. Kedua bilik septic tank dihubungkan melalui pipa yang dirancang sedemikian rupa sehingga kotoran padat dari bilik pertama diupayakan untuk tidak dapat masuk ke bilik ke dua, konstruksi seperti ini dibuat untuk memastikan agar scum tidak masuk kesaluran peresapan yang keluar dari bilik ke dua.

Read more: Generator Pupuk Organik RT

Mangga Apel Emas

 Yess .. sempurna ... ya, kata-kata inilah yang terucap dari mulut  LembahPinus.Com  (LPC) ketika menatap salah satu tanaman koleksi mangga yang menghasilkan dompolan buah berwarna kulit kuning keemasan.

Namun kegaguman itu tidak berlangsung lama melainkan segera berubah menjadi kebingungan ketika LPC mencoba menentukan jenis varietas dari koleksi mangga ini. Dalam ketidak pastian, maka untuk sementara LPC menamakan varietas mangga yang pada sekujur kulit kuningnya menampakkan bintik-bintik kecil berwarna merah ini sebagai mangga Apel Emas

Mangga apel emas tampil dengan ukuran sedikit lebih besar dari mangga apel hijau tapi dengan rasa yang sangat jauh berbeda. Jika mangga apel hijau memiliki rasa manis segar maka mangga Apel Emas memiliki rasa manis legit.

Menurut LPC, mangga Apel Emas memiliki semua kriteria mangga yang layak ekspor. Dengan warna kulit yang kuning menarik dan rasa buah yang manis lezat  ini tampaknya varietas mangga Apel Emas dapat dijadikan mangga komoditi ekspor unggulan menemani mangga gedong gincu bersaing dengan mangga kawasan regional seperti Carabao, Chokanan, dan Yuwen ke pasar-pasar Internasional Asia, Australia, Eropa, dan Amerika.

Read more: Mangga Apel Emas

Membangun Bisnis On-Line

 

Berbekal mimpi dan 1 unit kamera digital  Nikon Coolpix P4  maka menjelmalah  LembahPinus.Com ...

 

Adalah mimpi dari setiap orang untuk sukses secara finansial, demikian juga mimpi dari Penulis yang coba dibagikan melalui serangkaian artikel mengenai cerita awal perjalanan bisnis online sitius  LembahPinus.Com (LPC). Seri artikel ini mungkin dapat menginspirasi sahabat  LPC yang tertarik menciptakan  alternate stream of income untuk segera take action mengejar mimpi yang sahabat miliki.

Perlu sahabat  LPC catat, meskipun artikel ini berisi kiat-kiat sukses yang telah dipraktekkan pada bisnis online penjualan tanaman, tetapi kiat-kiat ini dapat juga diterapkan pada bisnis online lainnya. Percayalah, karena Penulis adalah salah seorang pengajar mata kuliah e-commerce dan instruktur pelatihan bisnis online di unit Inkubator Bisnis pada salah satu universitas di Jakarta.

Read more: Membangun Bisnis On-Line

Return of STARDEC

 Fuhhhh ... Setelah lebih 4 bulan menghilang, bulan Januari 2012 ini STARDEC dengan kemasan baru, kembali tersedia dari dalam inventori  LembahPinus.Com.

STARDEC adalah aktivator atau dekomposer yang berisi kumpulan mikroba lignolitik, selulolitik, proteolitik, lipolitik, aminolitik dan mikroba fiksasi nitrogen non-simbiotik, dimana mikroba ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah kotoran ternak menjadi pupuk berkualitas super (fine compost).

Dari beberapa dekomposer yang beredar di pasaran, STARDEC adalah salah satu agen dekomposer yang di 'jagokan' LembahPinus.Com untuk merubah limbah pupuk kandang menjadi pupuk organik dalam waktu yang singkat.

Kandungan jenis mikroba termofilik pada produk STARDEC, adalah alasan utama yang melatarbelakangi pemilihan produk buatan dalam negeri ini. Mikroba termofilik adalah mikroba yang memiliki sifat toleran pada suhu tinggi, sementara mikroba yang merugikan / pathogen umumnya akan mati pada suhu di atas 40°C, mikroba termofilik dalam STARDEC akan terus bekerja mendekomposisi limbah kotoran ternak menjadi kompos.

Ketika kebanyakan produk agen dekomposer lainnya yang berisi mikroba non-termofilik menghindari tumpukan bahan yang diproses lebih tinggi dari 30 Cm untuk menghindari timbulnya panas tinggi sehingga memerlukan tempat yang luas, pemrosesan limbah kotoran ternak dengan STARDEC justru mensyaratkan tinggi timbunan diatas 100 Cm. Suhu tinggi yang terjadi selama proses dekomposisi yang dapat mencapai 80°C bukan saja akan membunuh mikroba pathogen dan 'merebus' telur-telur cacing serta biji  tanaman gulma yang ada sehingga produk akhir dari proses dekomposisi limbah kotoran ternak yang didapatkan adalah pupuk organik, yang 'steril' tetapi suhu tinggi juga mempercepat proses dekomposisi bahan itu sendiri

Read more: Return of STARDEC

EM-4

 Teknologi EM (Effective Mikroorganism) dapat digunakan dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan, kesehatan dan industri. Meski sudah banyak kalangan masyarakat yang menggunakan tapi tidak banyak yang tahu tentang EM, komposisi kandungan, fungsi dan jenis-jenis EM. EM merupakan campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies.

EM berupa larutan coklat dengan pH 3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme Aerob dan anaerob. Meski berbeda, dalam tanah memberikan multiple efect yang secara dramatis meningkatkan mikro flora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino, sacharida, alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman. Kandungan EM terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan jamur fermentasi.

Bakteri fotosintetik membentuk zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi asam laktat, percepat perombakan bahan organik, lignin dan cellulose, dan menekan pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan.

Actinomicetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat anti biotik, menghasilkan enzim dan hormon, sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme effektif bakteri asam laktat actinomicetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba, menghilangkan bau busuk, mencegah serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan.

Read more: EM-4

EM-4 Limbah Tahu

Beberapa contoh industri yang turut memberi kontribusi dalam pencemaran perairan adalah industri tempe, dan tahu. Namun demikian jika diolah dengan baik limbah industri tempe ini dapat memberikan manfaat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas limbah cair tempe sebelum dan sesudah difermentasi dengan EM4 serta untuk mengetahui pengaruh penambahan EM5 terhadap waktu fermentasi limbah cair tempe untuk menghasilkan biogas.

Limbah tahu

Jumlah limbah cair yang dihasilkan dari industri tahu mencapai lebih kurang 2 m3 untuk setiap pengolahan 1 kuintal kedelai. Dengan demikian beban pencemaran dari industri tahu ini cukup besar dan perlu penanganan lebih lanjut sehingga sesuai dengan baku mutunya.
Parameter-parameter air buangan yang menonjol dari limbah tahu, yaitu suhu, pH, padat tersuspensi, padat terlarut, COD dan BOD. Maka berdasarkan karakteristik tersebut, salah satu alternatif pengolahan limbah cair tahu adalah dengan cara fermentasikan air limbah tahu dngan mikroba. Cara pengoalahan ini relatif sederhana, mudah dan tidak mempunyai akibat sampingan secara serius serta dapat disalurkan secara aman ke sungai atau kali. Proses fermentasi anaerobik adalah suatu proses fermentasi yang tidak berhubungan dengan udara bebas, dimana terjadi suatu reaksi oksidasi-reduksi di dalam system biologi yang menghasilkan energi.
 

Produk EM-4 Pengolahan limbah merupakan kultur EM dalam medium cair berwarna coklat kekuning-kuningan dengan konsep mutakhir dalam bidang mikrobiologi daur ulang limbah untuk memfermentasi limbah organic cair dan padat secara efektif.

 

Manfaat EM-4 Pengolahan Limbah :

    Mempercepat proses penguraian limbah organic cair maupun padat.
    Menekan bau yang tidak sedap ( H2S dan NH3 )
    Menurunkan kadar BOD dan COD
    Menekan perkembangan mikroorganisme pathogen.
    Dapat digunakan untuk mendaur ulang limbah organic menjadi pupuk / kompos

Produk EM-4 Toilet merupakan kultur EM dalam medium cair berwarna coklat kekuning-kuningan dengan konsep bioremediasi bahan organic dengan memanfaatkan kerja dari berbagai mikroorganisme alami secara fermentasi sehingga potensi pencemaran dapat ditekan.

 

EM-4 Toilet mengandung berbagai mikroorganisme yang effectif yang masing-masing mikroorganisme ini mempunyai kerja yang sangat spesifik dan bekerjasama secara sinergis dalam menguraikan limbahorganik serta menagkap gas yang menyebabkan bau (H2S, NH3 dll) sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitasnya sehingga sangat tepat untuk digunakan pada WC/Septik Tank menghilangkan bau kurang sedap ataupun menekan baketri pathogen (E.Colli,) yang terdapat dalam air tanah akibat resapan septic tank yang ummnya dijumpai di kota-kota yang padat penduduknya.

 

Manfaat EM-4 Toilet :

    Menghilangkan bau tidak sedap pada kamar mandi dan WC.
    Mengatasi saluran got/WC yang tersumbat.
    Menghemat biaya pengurasan septic tank.
    Dapat digunakan untuk membuat kompos.

Hemat dan ramah lingkungan

Read more: EM-4 Limbah Tahu

Return of STARBIO PLUS

 Fuhhhh ... Setelah lebih 4 bulan menghilang, bulan Januari 2012 ini STARDEC dengan kemasan baru, kembali tersedia dari dalam inventori  LembahPinus.Com.

STARDEC adalah aktivator atau dekomposer yang berisi kumpulan mikroba lignolitik, selulolitik, proteolitik, lipolitik, aminolitik dan mikroba fiksasi nitrogen non-simbiotik, dimana mikroba ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah kotoran ternak menjadi pupuk berkualitas super (fine compost).

Dari beberapa dekomposer yang beredar di pasaran, STARDEC adalah salah satu agen dekomposer yang di 'jagokan' LembahPinus.Com untuk merubah limbah pupuk kandang menjadi pupuk organik dalam waktu yang singkat.

Kandungan jenis mikroba termofilik pada produk STARDEC, adalah alasan utama yang melatarbelakangi pemilihan produk buatan dalam negeri ini. Mikroba termofilik adalah mikroba yang memiliki sifat toleran pada suhu tinggi, sementara mikroba yang merugikan / pathogen umumnya akan mati pada suhu di atas 40°C, mikroba termofilik dalam STARDEC akan terus bekerja mendekomposisi limbah kotoran ternak menjadi kompos.

Ketika kebanyakan produk agen dekomposer lainnya yang berisi mikroba non-termofilik menghindari tumpukan bahan yang diproses lebih tinggi dari 30 Cm untuk menghindari timbulnya panas tinggi sehingga memerlukan tempat yang luas, pemrosesan limbah kotoran ternak dengan STARDEC justru mensyaratkan tinggi timbunan diatas 100 Cm. Suhu tinggi yang terjadi selama proses dekomposisi yang dapat mencapai 80°C bukan saja akan membunuh mikroba pathogen dan 'merebus' telur-telur cacing serta biji  tanaman gulma yang ada sehingga produk akhir dari proses dekomposisi limbah kotoran ternak yang didapatkan adalah pupuk organik, yang 'steril' tetapi suhu tinggi juga mempercepat proses dekomposisi bahan itu sendiri

Read more: Return of STARBIO PLUS

Rambutan Parakan

Dalam tiga bulan ini, mungkin rambutan Parakan adalah varietas rambutan yang paling dicari bersama rambutan Rapiah dan Binjai oleh penggemar rambutan di Jakarta dan sekitarnya. Rambutan Parakan adalah rambutan endemis khas daerah Tangerang - Banten yang memiliki rasa buah manis, berdaging padat dan tebal, serta kering, sedikit berair.

Menikmati rambutan Parakan adalah perjalanan menikmati rasa manis segar dari daging buah tebal yang tidak ingin diakhiri sebelum daging buah terakhir habis dikunyah di dalam mulut. Demikian juga halnya dengan apa yang dialami LembahPinus.Com (LPC) ketika menyantap habis sekitar 60-an buah rambutan dalam hitungan beberapa menit saja.

Thanks to Kementrian Pertanian yang telah menjadikan varietas rambutan ini sebagai varietas unggul melalui keputusan menteri pertanian no. 518Kpts/PD.210/10/2003. Perlu sahabat LPC ketahu, bahwa sekarang ini  sangat sulit untuk menemukan keberadaan pohon rambutan kini di sekitar wilayah Bintaro - Serpong, bahkan di daerah yang dahulu merupakan daerah penghasil utamanya di sepanjang kawasan Parung Panjang dan Rumpin, kabupaten Bogor, hingga Legok dan Cisauk, Kabupaten Tangerang, sekalipun.

Dengan adanya Surat Keputusan menteri pertanian tersebut, kini mulai banyak masyarakat yang mulai kembali berminat untuk menanam bibit rambutan ini, hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan meningkatnya permintaan akan bibit buah rambutan yang memiliki produktivitas tinggi ini  dibanyak nursery. 

Read more: Rambutan Parakan

Durian SiGundul

Kening Profesor Ir Sumeru Ashari MagrSc PhD, kepala Durian Research Centre, Universitas Brawijaya, Malang, berkerut saat disodori 1 juring durian asal Kasembon, Malang. “Ini istimewa, durinya sangat pendek. Botak seperti kulit sukun,” katanya.

Begitu dicicip Sumeru kian terbelalak karena rasanya tidak mengecewakan. Permukaan kering tapi lengket begitu masuk lidah. Rasanya manis agak pahit. Pulen mirip ketan.

Si botak itu berasal dari pohon milik Patemi di Kasembon. Ia pertama kali ditemukan Amat, penangkar bibit di Ngantang, yang melaporkan pada Ir Lutfi Bansir, peneliti dari Durian Research Centre, Universitas Brawijaya, setengah tahun silam. Sayang, ketika itu buah sudah habis. Lutfi mencicip pertama kali di awal tahun bersama Trubus.

Durian yang dicicip Sumeru beda dengan durian gundul asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang muncul 3 tahun lalu. Si gundul asal Lombok benar-benar gundul mulus tanpa duri. Sayang, kulit cokelat kotor. “Bila disodori si gundul asal Lombok yang terbayang bukan durian, tapi buah hutan,” kata Dr Ir Moh Reza Tirtawinata. Toh, Reza pernah bermimpi menyilangkan durian gundul asal Lombok dengan durian berdaging tebal dan berwarna kuring. Ia berhitung 20 tahun ke depan bakal lahir durian gundul, tebal, enak, dan warna menarik.

Menurut Reza munculnya durian duri pendek asal Kasembon, bisa memperpendek waktu untuk memperoleh durian gundul - yang ciri duriannya masih khas: berduri. “Si gundul asal Lombok disilangkan saja dengan si botak dari Kasembon,” kata Reza. Diharapkan muncul durian duri pendek yang rasanya lezat. Waktu 20 tahun mungkin bisa dipangkas menjadi hanya 10 - 15 tahun. (Destika Cahyana/Nesia Artdiyasa)

ejak ditemukan pertama kalinya tiga tahun lalu, tanaman durian gundul yang langka ini kini telah berhasil dikembangkan di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Buah langka dan unik itu dikembangkan dengan cara di-grafting (diokulasi). Diharapkan, dua tahun lagi pohon durian tak berduri ini sudah berbuah.
-
”Buah ini satu-satunya di dunia. Di alam hanya ditemukan di sebuah hutan di kawasan lindung Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Barat. Dari puluhan ribu pohon durian di Indonesia yang saya datangi selama 25 tahun, ya baru kali ini saya menemukan buah ini. Bukan durian biasa, ada keanehan, unik dan bukan karena terserang penyakit” kata Dr Ir M Reza Tirtawinata, pemburu durian (Durio zibethinus), di kediamannya di Perumahan Pamoyangan Bogor Selatan, Kota Bogor, awal April 2010 lalu.
-
Suatu hari sekitar 3 tahun lalu Reza ditelepon oleh Kepala Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB Ir Abdullah Karim yang menyatakan adanya buah durian yang tidak berduri di Pulau Lombok. Pohon buah itu sedang dilacak keberadaannya.
-
Dua hari kemudian, Reza terbang ke Lombok. Dari bandara di Lombok langsung menuju desa sejauh 25 kilometer yang dapat dijangkau dengan mobil. Lalu ganti menggunakan empat motor trail untuk mencapai puncak sebuah bukit. Karena jalan sangat curam, rombongan pemburu durian langka itu harus jalan kaki naik turun bukit.
-
Pohon itu akhirnya ditemukan di tepi kawasan lindung Gunung Rinjani yang termasuk wilayah Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Umur pohon diperkirakan tidak lebih dari 15 tahun, dengan tinggi sekitar 15 meter, bercabang dan berdaun lebat, terkurung pohon-pohon lain di sekitarnya. Batang dan daunnya sama seperti pohon durian pada umumnya, tetapi bentuk buahnya benar-benar berbeda, yakni bulat tanpa duri.
-
Mengutip keterangan peladang setempat, Reza mengatakan, mereka telah beberapa kali melihat pohon dengan buahnya yang aneh. Pada saat musim raya, buahnya mencapai 200-an biji, tetapi tidak ada yang berani memakannya karena dianggap aneh, takut beracun, atau bahkan dianggap mistis. Namun, setelah matang dan berjatuhan, buah itu dimakan hewan. Bagi mereka yang suka bergiat di alam terbuka, buah-buahan yang dimakan hewan berarti buah itu tidak beracun.
-
Reza yakin buah itu tak beracun. Dia meminta salah seorang anggota rombongan memanjat untuk mengambil buah yang masih tersisa di atas pohon.
-
”Buah yang ukurannya sebesar melon itu berhasil diturunkan. Setelah dibelah, daging buahnya yang kekuningan dan aroma khas durian segera tercium meski belum masak sepenuhnya. Saya segera mencicipi. Teman-teman minta agar hati-hati karena khawatir buah unik itu beracun,” kata Reza.
-
Setelah melihat Reza menghabiskan tiga pongge buah itu, anggota rombongan lainnya berani ikut mencicipi. Reza secara spontan memberi nama buah durian tanpa duri ini dengan sebutan buah ”gundulan” asal Lombok. Anggota rombongan lainnya menyetujui nama itu.
Karena khawatir penemuan ini bakal diadaptasi oleh negara lain, Reza segera melakukan langkah perlindungan dengan mendaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian. Kemudian diusahakan deskripsi buah dan pohon induk satu-satunya di Lombok itu untuk proses pelepasan varietas unggul nasional.
-
”Pada tahun 2009, Surat Keputusan Menteri Pertanian telah terbit untuk durian gundulan ini,” kata Reza. Ia menambahkan, temuan buah gundulan di alam itu menunjukkan Indonesia memiliki keunikan dan keragaman yang begitu tinggi dibandingkan dengan negeri jiran.
-
Durian adalah buah yang sangat populer. Namun, belakangan durian-durian lokal memang kalah pamor dibandingkan dengan buah sejenis yang diimpor dari Thailand. Bahkan, di pedagang kaki lima pun durian monthong atau durian lain asal Thailand lebih banyak dijajakan dibandingkan dengan durian lokal yang rasanya tak terkalahkan.
-
”Sampai sekarang belum ada laporan tentang keberadaan buah durian gundulan seperti yang ditemukan di Lombok itu, termasuk dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand,” kata Reza. Pemburu durian itu menambahkan, siapa pun yang mengetahui adanya pohon buah sejenis harap memberikan bukti lengkap lokasi dan foto buahnya untuk diteliti lebih lanjut.
-
Selain dikembangkan di Taman Wisata Mekarsari, buah gundulan ini juga dikembangkan di daerah asalnya di Lombok. (Sumber: Kompas.com).

--

Durian gundul (buah gundulan) berasal dari daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keunikan buah ini terletak pada buahnya yang tidak memiliki duri seperti buah durian pada umumnya sehingga dapat mempermudah dalam penanganan pasca panen. Bentuk buahnya sekilas seperti tempurung kelapa, ukurannya sebesar buah melon dengan bobot 800-900 gr. Buah matang mengeluarkan aroma khas durian. Ini memang durian, tapi tanpa duri! Rasa daging buahnya enak dan manis dengan kandungan gula 14 -15 derajat brix. Ketebalan daging buah 0,5 cm seperti daging buah durian lokal pada umumnya dan berwarna kuning terang dengan produktifitas dapat mencapai 200 – 400 kg/pohon/tahun. Tanaman ini mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 250 – 700 dpl. Tanaman durian gundul ini merupakan tanaman durian yang mengalami mutasi bentuk oleh alam sehingga duri-duri di sekujur kulitnya tidak ada.


http://pertaniannusantara.multiply.com/journal/item/38?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
http://herizalalwi.blogspot.com/2011/08/durian-gundul.html
http://indotani.com/jual-bibit-durian-gundul/

Berhenti di salah satu kios yang ada, LembahPinus.Com (LPC) disuguhkan 1 jenis buah durian yang dikenal dengan nama Durian Mentega. Low Profile High Quality inilah kesan yang didapatkan LPC dari rasa durian Mentega Parung ini.

Durian Mentega Parung memiliki penampilan bulat hijau memanjang dengan duri-duri kecil meruncing. Ukuran buah yang dapat mencapai berat 4 Kg ini memanglah belum seberapa jika dibandingkan dengan ukuran buah durian monthong yang dapat mencapai berat di atas 5 Kg, tapi ukuran buah sebesar durian Mentega Parung ini sudahlah cukup banyak untuk dinikmati oleh satu orang dewasa.  

Durian Mentega Parung menyimpan rasa manis legit bertekstur lembut tanpa rasa pahit pada daging buah berwarna kuning mentega. Durian Mentega Parung memenuhi hampir keseluruhan kriteria durian sempurna versi LPC satu-satunya kekurangan yang menyebabkan LPC hanya memberikan nilai 9 dari skala 1 - 10, adalah ketebalan daging buah yang hanya "sedang-sedang" saja.

Read more: Durian SiGundul

Durian Ajima

Jalan-jalan ke kota Bogor di musim durian, belumlah lengkap bagi sahabat LembahPinus.Com (LPC) pecinta durian jika belum menikmati kelezatan daging buah durian Ajima.

Durian Ajima sejatinya adalah tanaman endemis khas daerah Ciomas bogor, di daerah dengan ketinggian 300 meteran di atas permukaan laut inilah durian Ajima memasuki fase generatifnya dengan menghasilkan buah berbentuk bulat berduri jarang. Di kota hujan ini presiden pertama RI Soekarno mengenal kelezatan daging buah durian ajima dan menjadikannya sebagai salah satu varietas durian kegemarannya.

Kegemaran Bung Karno pada varietas buah durian berwarna kulit hijau keabuan ini sangatlah dapat dimengerti oleh LembahPinus.Com (LPC)  Durian ajima memiliki kulit buah tipis sehingga dapat menampung daging buah tebal berwarna kuning muda yang siap memanjakan lidah dengan rasa manis legit bertekstur kering berserat. Pada kondisi matang sempurna, senyawa alkohol yang terbentuk dari fermentasi alami sukrosa akan menimbulkan sensasi rasa pahit tipis menggoda dibalik sempurnanya rasa manis rasa daging buah.

Read more: Durian Ajima

EM4 Ternak

Mencoba makin lebih bersahabat dengan bumi, LembahPinus.Com (LPC) mempraktekan pembuatan kolam penampung air limbah di Kebun@Bintaro. Kolam dengan ukuran 1x2x1 meter ini dibuat untuk menampung air limbah dari dapur dan kamar mandi.

Melihat bahwa tidak sepatutnya LPC mencemari tanah dengan residu deterjen dan lemak dari sisa makanan, maka LPC memutuskan untuk melakukan treatment limbah dengan menggunakan mikroorganisme pengurai limbah yang terkandung pada produk EM4 LIMBAH.

pakan yang sudah di fermentasi itu semakin lama semakin harum sehingga ternakpun akan semakin suka memakannya.” Katanya.

Sedang caranya, intik pembuatan 1000 kg persiapkan persiapkan dulu alat-alat untuk fermentasi seperti tong plastik, bak semen, kantong plastik, ember, alat cingcang (golok) dan hand spayer. Sedang bahan-bahan yang dibutuhkan EM4 sebanyak 1 liter, molase atau gula merah : 0.5 Kg, air : 100 lt, dedak halus : 10% dari bahan dan rumput atau jerami 1000 kg.

Cara membuatnya, larutkan cairan EM4 sebanyak 1 liter dan larutkan gula merah yang telah diencerkan ke dalam tong plastik yang berisi air 100 liter. Lalu aduk kemudian diamkan selama dua hari sampai mengeluarkan aroma nira atau wedang. Ambilah campuran bahan baku pakan (jerami, rumput) sebanyak 1000 kg yang telah dicincang (5-10 cm) dan turunkan kadar airnya atau layukan.

Taburkan dedak lalu semprotkan larutan EM4 dengan hand spayer sambil aduk-aduk sampai rata dengan kadar air 30%. Jika sudah rata masukkan bahan dalam wadah atau tempat fermentasi padatkan dengan gacok sampai betul-betul padat lalu tutup rapat jangan sampai ada udara masuk atau hampa udara selama 5 hari. Maka itu pakan bisa digunakan

Read more: EM4 Ternak

Additional information