Layu Fusarium

 Jika sahabat  LembahPinus.Com bertanya seberapa hebatkah kemampuan agensia hayati (Insektisida, fungisida hayati) maka tanpa ragu akan menjawab "Luar Biasa". Salah satunya adalah Cendawan Gliocladium spp.

Cendawan Gliocladium spp. adalah jamur pathogen yang dapat membunuh jamur lainnya dengan enzim-enzim yang bersifat meracuni. Gliocladium spp adalah parasit bagi jamur lainnya, Gliocladium spp memproduksi antibiotik dan secara aktif melawan atau membunuh jamur pathogen penyebab busuk hitam, rebah kecambah, layu oleh Fusarium sp., Pythium sp, Rhyzoctonia sp., Sclerotium sp. Antraknosa, bercak daun dan embun tepung pada tanaman Semangka, Ketimun, Melon, Cabe, Tomat, Kentang, Kobis, Jeruk, Mangga dll.

Cendawan antagonis yang bersifat mikroparasit dan telah banyak digunakan sebagai agens pengendali hayati patogen tular tanah (soil borne)/cendawan penyebab penyakit tanaman.

Dapat digunakan untuk pembuatan kompos, karena mempercepat pelapukan bahan organik. Konidiofor Gliocladium sp berwarna hialin, pada bagian atas membentuk cabang-cabang yang kompak. Bentuk konidia Gliocladium sp kecil, tidak simetris dan berwarna hijau cerah. Cendawan Gliocladium sp tumbuh dengan baik pada suhu 20– 35°C, sedangkan suhu optimum untuk pertumbuhannya pada suhu 25°C, sedangkan pH optimum yang dibutuhkan adalah antara 6,4 – 8.

Penelitian laboratorium menunjukkan Pseudomonas fluorescens strain MR 96 dan Gliocladium sp. mampu menekan pertumbuhan cendawan Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Djatnika et al., 2001). Di lapang aplikasi Bio-Pf dapat dilakukan dengan cara mencelup planlet (tanaman hasil perbanyakan kultur jaringan yang telah diaklimatisasi) ke dalam larutan Bio-Pf selama 15 menit. Kemudian 3 bulan sekali tanaman disiram dengan 1 liter larutan 10% Bio-Pf. Sedangkan aplikasi Gliostar dicampurkan dalam pupuk kandang sebanyak 1 kg Gliostar untuk 100 kg pupuk kandang.

Penyakit layu bakteri adalah penyakit yang secara alami ditularkan oleh serangga pengunjung bunga jantan (jantung), oleh karena itu penanggulangan penyakit ini sebetulnya mudah yaitu dengan cara membuang jantung segera mungkin setelah buah yang terakhir muncul. Pembuangan jantung disarankan tidak menggunakan alat logam (pisau) yang memungkinkan menempelnya bakteri pada alat yang digunakan tersebut. Jadi pembuangan jantung sebaiknya menggunakan galah atau tongkat berkait dari kayu. Selain itu hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan adalah peralatan seperti pisau dan parang harus segera dibersihkan dengan larutan antiseptik (hipoklorit) setelah dipakai untuk panen buah dan memotong batang pohon pisang. Aplikasi di lapang disarankan menggunakan dua buah parang yang dipakai secara bergantian dan dicelup dalam tabung yang berisi larutan antiseptik sebagai tempat parang.

Gliocladium sp dan Trichoderma harsianum

Sumber:

 

 

Additional information